Sampit, 24 November 2025 – Sebuah video yang diunggah akun Instagram Sampit Info menampilkan keluhan seorang ibu terkait penumpukan sampah di area Taman Kota Sampit dan menjadi viral di media sosial. Unggahan tersebut memicu beragam komentar warganet mengenai kebersihan fasilitas umum di Kabupaten Kotawaringin Timur.
Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur, Marjuki, S.Pd., M.SM, memberikan klarifikasi sekaligus imbauan kepada masyarakat agar lebih memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun merupakan tanggung jawab semua pihak.
“Permasalahan sampah pada dasarnya adalah tanggung jawab setiap orang terhadap sampah yang dihasilkannya, baik dari aktivitas pribadi, rumah tangga, kegiatan usaha maupun badan usaha. Pemerintah memang mengelola, tetapi sumber sampah tetap berasal dari masyarakat,” jelas Marjuki.
Ia menegaskan bahwa budaya menjaga kebersihan harus berawal dari kesadaran individu. Menurutnya, viralnya video mengenai tumpukan sampah dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi keliru bahwa seluruh persoalan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Harapan kita, bukan sampahnya yang diviralkan, tetapi pelaku yang membuang sampah sembarangan. Jika budaya menegur atau mengingatkan pembuang sampah bisa tumbuh, maka kesadaran menjaga lingkungan juga akan semakin kuat,” tegasnya.
Marjuki menambahkan bahwa fokus utama masyarakat seharusnya adalah membangun perilaku peduli lingkungan di mana pun berada, bukan hanya menyoroti tampakan sampah yang menumpuk. Ia menilai bahwa memviralkan sampah tanpa edukasi turut berisiko menimbulkan kesalahpahaman mengenai tugas dan peran pemerintah.
“Apalagi kalau memviralkan sampah dianggap sebagai bukti bahwa persoalan ini sepenuhnya tanggung jawab pemerintah saja. Tentu itu kurang tepat. Pengelolaan sampah membutuhkan partisipasi semua pihak,” ujarnya.
Sebagai komitmen, DLH Kotawaringin Timur menyampaikan bahwa petugas tetap melakukan pembersihan rutin dan terus meningkatkan pengelolaan kebersihan kota. Namun, dukungan masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah, mengurangi, dan membuang sampah pada tempatnya menjadi kunci keberhasilan menjaga ruang publik tetap indah dan nyaman.