Sampit, 20 November 2025 — Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat koordinasi terkait rencana pembentukan Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan Daerah Operasi (Daops) oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut surat resmi KLHK mengenai permintaan dukungan penyiapan calon lokasi kantor Daops di wilayah Kotawaringin Timur.

Rapat Daops 1

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Ex Pengendalian DLH Kotim ini dipimpin oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotim, Marjuki, S.Pd., MSM. Turut hadir Munandar Subagyo, S.T. selaku Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda; Khalida Rakhmadani, S.T. sebagai Penelaah Teknis Kebijakan dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup; serta perwakilan Pengendalian Kebakaran Lahan yang membantu memperkuat koordinasi teknis terkait pembentukan Daops.

Kepala DLH Kotim menegaskan bahwa keberadaan Daops di Kabupaten Kotawaringin Timur akan memperkuat sistem mitigasi kebakaran lahan yang selama ini menjadi tantangan besar di daerah.

“Pembentukan Daops ini sangat strategis. Kabupaten Kotawaringin Timur membutuhkan unit operasional yang memiliki kesiapsiagaan tinggi, sumber daya memadai, serta koordinasi yang cepat dalam mencegah dan menangani kebakaran lahan,” ujar Marjuki.

Rapat Daops 2

Dalam pembahasan teknis, DLH Kotim bersama tim melakukan identifikasi kebutuhan lokasi, struktur organisasi, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung Daops. Pertemuan ini sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan KLHK dalam memperkuat sistem pengendalian kebakaran lahan yang lebih responsif dan efektif.

Munandar Subagyo menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memastikan Daops dapat beroperasi optimal. “Kolaborasi ini menjadi dasar penting agar seluruh elemen bisa bergerak cepat ketika potensi kebakaran muncul,” jelasnya.

Menutup rapat, Kepala DLH menegaskan kembali komitmen pemerintah daerah. “Kami berharap keberadaan Daops di Kotim menjadi pilar penguatan mitigasi kebakaran lahan sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *